My Tortoise Passed Away

Since I was a little girl, i used to have pets. More than 1 pet literraly, but the actual was always more than two. Tortoise was one of my first pets. Dad bought me one when I was in the kindergarten if i'm not wrong. He bought me 2, but little kid is sometimes perfunctory, you know. So one of them died when it has not even reached a month. 1 was left, mistakes made me learn, if i'm careless, i would lost something. So then I took care of Kitty (my tortoise's name, yeah i know that's the name of a cat, but i was a little little girl at that time, remember!). She was my pet until I was on the second grade of junior high school. Finally came the day when i did not have enough space and fish pool for the grown up Kitty. Finally we selected a hobiis that was looking for a female brazillian tortoise for his male one. Yeah, and i had to say goodbye anyway.

Last year mom bought 2 brazillian tortoise, and sadly one of them died. Worried to have a lonely tortoise, mom bought 2 more, but one of them died also. What made me touched was one of them seems like giving a goodbye hug.

Touching Goodbye Hug :'(

What made me even more sad was the other tortoise was sick after its friend passed away. I isolated it in a warmer bowl, got better after 2 days, but died about 1 week after that. So now we have only 1 tortoise left. :'(

I'm sorry that we can't take care of you how it is supposed to be.
:'(

Diary? Is it even important?

Kyaaa... It has been a long loong time since my last post here. Actually do not have any comfortable-for-typing-device recently. Since the only one laptop had been hospitalized. Xixixi...

And tonight i remember this blog. Just because unable to catch my drowsiness yet, thinking of somebody far away who doesn't even want to know am i home safely. Ahaha... *feelfool

Diary? Is it important?

I had been writing diary since i was at junior high school. Because at that time i felt it was quite fun enough to write every detail of your daily life in a book where someday when you were older, it could tell and remind you how colorful your past were.

Started writing it in Bahasa, and one day started to write it in English because at that time, one of my favorite english teacher told me in a class that writing on a diary in english could improve our English grammar and past tenses. Mrs. Ai Iis Kelly, how's life? Xixixi...

So, i started writing, from an unimportant stuff such as my economy test score, the new tv that my family had, and the jaipong dance class, that i was really hate to attend, and also the important thing such as my first period, my graduation date, mom's and dad's birthday, and some other dates like that. I was falling in love with writing since that time. It's just fun to re-read what you had written in the past, and score yourself about how silly you are.

But, as you grow older, life is getting more complicated, isn't it? Problems came, disappointment couldn't be avoided, and heartache visited my life. Because it was my habit, so, yeah... Some of them are there on the paper of my diary. Recently, when i re-read it, there was no fun no more (i mean the dosage was decrease, you know). I could find the bad stories and experience much more that the fun stuff. It reminds me about the disappointment, heartache, i have ever felt. So i stopped writing.

If only somebody asks me is diary important, i would answer, it can be yes, it also can be no, depending what you write on it. Diary is our memories bank. They say, if you want to have an effortless happy life, remember the good things, forget the bad things. So i suggest write only the fun, happy, and good stuffs on your diary, so it will be a good-ending-real-novel and not a scar for you.

Ehm.. But for some people who a lil' bit introvert, it is very comfortable to write and pour their feelings on a piece of diary paper. I suggest you, go on, keep on writing to decrease your stress feelings, but don't forget to burn it after you writing, so it can't remind you about your bad experience. Ahahahaha...

Almost dawn...
Got to sleep and forget you for a while...

If only you know that i am a stoic.
:'(

KKN (back to nature, back to earth...)

Hihihi... denger 3 huruf ini udah pengen ketawa. Sebenernya tuh ya, KKN ini adalah suatu komitmen dari kampus terhadap masyarakat dalam bentuk pengabdian secara langsung kepada masyarakat dengan hidup bersama mereka selama 30 hari biar kalo suatu saat kita jadi pemimpin, kita tahu rasanya jadi orang desa. Jadi intinya, 30 hari hidup bersama masyarakat. Tapi untuk beberapa mahasiswa, frasa tersebut berubah jadi 30 hari mencari cinta. Wkwkwk...

KKN itu sendiri singkatan dari Kuliah Kerja Nyata, namun pada praktiknya, banyak kali mahasiswa mengubah singkatan ini menjadi:
Kuliah Kerja Nganggur
Kuliah Kerja Ngegosip
Kuliah Kagak Ngapa2in
Kuliah Kok Nggakjelas
Kuliah Kerja Nonton
Kuliah Kerja Ngeceng

Daan masih banyak lagi. Haha... aneh sih, tapi meskipun kayak gitu, KKN ini sks nya 3 loh sodara2, jadi kadang dijadiin kesempatan buat naikin IPK (termasuk gue).

Gue sendiri, nggak ngerti KKN itu apa. Sampe salah satu temen gue, panggil aja Step nawarin buat ngedaftarin nama gue biar satu kelompok. Karna gue nggak peduli, gue "iya"in aja. Akhirnya gue, Step, ama Patimeh satu kelompok. KKN di Sumedang. Dengan alasan deket ke Bandung, biar kalo ada apa2 (kangen rumah, males di desa =p) bisa pulang.

Tibalah hari keberangkatan.
Jumat 14 Januari 2011

Gue berangkat pagi2 dari rumah, soalnya jam 7 udh harus berangkat. Sampe kampus, gue naik ojek. Mas ojeknya udh tau gue peserta KKN dari tampang dan bawaan gue. Terus dia nanya, "bisnya nomer berapa neng?"

"Nomer 99 mas."

"Ke desa mana neng?"

Gue lupa, gue nggak inget nama desanya, "Yahh... pokoknya nomer 99 lah mas."

Ternyata itu kampus macet dong, banyak ibu2 + bapak2 yg nganterin kepergian anak mereka, ada juga mas2 dan mbak2 yang nganterin pacarnya. Alhasil macet, dan gue baru nyampe depan bis 99 setengah jam kemudian. Dan sesaat sebelum keberangkatan, baru gue iseng liat papan nama desanya: "Tanjung Wangi"

Mmmh, seemed like not bad, gue pikir. Namanya bagus. Di pikiran gue, tuh desa asri, tenteram dan wangi. Wkwk...

Nggak berapa lama, gue ketemu Patimeh. Yaampun tuh anak bawaannya banyak banget. Agak miris juga liatnya, dia bawa satu tas jinjing gede, satu ransel, dan 2 keresek segede kambing. Pas gue tanya apa isinya, dia cuma bilang, "Gatau gue, ini yang packing mama." Ohh, mama yang baik.

Perjalanan sekitar 2 jam, sempet nyasar sampe subang, akhirnya sampe di gang desa. Kita nyarter angkot buat bawa koper sama tas2 dan beberapa orang, gue termasuk orang malang yang nggak kebagian tempat duduk. Akhirnya gue naik angkutan yang lebih keren: "kol buntung". Gue pikir yang namanya gang, paling 100 meter jauhnya, jadi gue semangat aja jalan. Ternyata orang2 desa memang sepenuh hati kalo bikin apa2, termasuk bikin gang. Ternyata itu dari ujung gang ampe rumah sekitar sekilometer.

Salah satu yang bikin gue seneng pas KKN adalah adanya ones. Si anjing desa yang mungil, lugu dan rendah hati (Loh!!!)

Hari pertama, kedua, ketiga, dan akhirnya homesick. Kesan desa yang tenang, dekat dengan alam, yang gue pikir sebelumnya ternyata emang bener, sampe sinyal hape pun susah didapet. Konter pulsa 1 kilo, Alfa sekitar 3 kilo, griya 10 kilo, giliran empang, cuma 2 meter jauhnya. Tapi apa yang bisa dilakukan dengan seonggok empang? Siapa yang salah??? Oness!!! (Loh!)

Eh, tapi kita ngerasa beruntung banget soalnya air di sini melimpah. Sampai suatu hari temen gue nyuci piring, dan selesai itu, dia heboh.

"Eh temen2, parah banget dah nih rumah. Tadi gue ngeliat sesuatu dong di bak."
Temen2 gue yang lain udah shock, horor.

"Ikan!!! Ternyata itu bak ada ikannya, jadi selama ini kita mandi sama ikan men, parah banget. Itu ikan pup disitu, pipis disitu, rempong, parah banget. Gue nggak mau lagi gosok gigi pake air itu." XD

Dan, semenjak itu, air galon kita cepet abis. Wkwkwk...

Ternyata desa ini letaknya di belakang gunung. Sinar mataharinya sedikit. Kalo lo nyuci kaos aja, harus nunggu 2 hari baru kering. Hal inilah yang mendasari malasnya mencuci baju.

Tapi desa ini subur, banyak sawah dan ladang jagung. Pengen sih metik jagung, tp sayang waktu itu jagungnya udh selesai dipanen. Orang2nya jg baik2 dan ramah2. Sampe2 kalo kita berkunjung ke rumah mereka, pasti dibekalin makanan. Peuyeum, pisang, kue-kue, dan makanan sehat lainnya.

Salah satu keberuntungan kita, adalah adanya TV 21 inch di rumah cewek. Tp sayangnya rumah ini tidak disertai listrik yang memadai. Sekalinya lagi nonton TV, terus nyolokin charger, langsung mati semua. (-_____-'!) zzz...

Dan satu lagi, channel yang ketangkep cuma 3. Udah gitu channelnya suka pindah-pindah sendiri, sampe-sampe tombol remotenya harus dipencet terus.

Kegiatan kita di desa:

-Ke SD
-Bantuin penyusunan perpustakaan SD
-Penyuluhan pertanian (malah jd promosi pupuk)
-Lomba bola
-Penutupan
sisanya: nyampah XD

Kerjaan kita di sana kebanyakan nyantai, kalo lagi nggak ada agenda. Bangun-nonton inbox-ngemil-mandi (kalo ada niat)-makan siang-ngegosip ampe ketiduran-maen gapleh-maen uno-nonton uya-makan malem-rapat-nonton-bobo. Besoknya, kayak gitu juga. (-____-'!)

Awalnya ngerasa aneh banget di sini ber21 orang. Tapi lama2, semuanya asik, semuanya seru, meskipun ada banyak konflik, tapi jadinya banyak cerita. Banyak kesan, dan suatu hari nanti pasti bakal inget momen ini. Momen satu bulan yang dilalui bareng.

Berlian, Fatimah, Sthevany, Iwa, Grace, Nanda, Aning, Cinthya, Tika, Aning, Ajeng, Dedy, Herman, Dimar, Syachran, Teguh, Bobby, Trendy, Tresna, Dasha, Ones, Uhil, Komeng, empang, gor, gracia, ngepop, Tanjungwangi, cilok, kentut, empang, ayam, bebek, griya, sthevany gaga, suhu aceng, mami, kamera, sawah, kerupuk, galon, paud, pereleg, kyu hyun, nge-vape, rancagoong, homesick.
Adalah kata-kata yang bakal bikin gue inget sama momen ini. :)

Sebulan kemudian, kita pisah. Patimeh sampe bilang, "Yaampun, gue kayaknya udah lupa bentuk rumah gue kayak apa, catnya aja gue lupa warna apa." Selain itu, selama hampir 30 hari kita telah merilis puluhan video dan ratusan foto yang mengabadikan kegejean kita selama KKN. :p


Dan, semuanya selesai, kangen rumah, kangen mamapapa, kangen bandung, dan kangen temen2 semua.

:)

Laugh What Up?

"Ketika kita tertawa, kita bisa membuat orang-orang di sekeliling kita ikut tertawa."
"Tapi sadarkah, jika kita tidak hati-hati memilih bahan tertawaan, bisa saja tawa kita membuat orang lain terluka?"
Tertawa emang seems like has a magic effect. Di dunia kesehatan malah tertawa itu dianjurkan banget untuk mengendurkan otot-otot dan bikin relaks yang ujung-ujungnya bisa bikin kita terhindar dari stress. Kalo gue pribadi, liat orang ketawa bisa bikin gue ikut ketawa atau minimal senyum --> Bukti bahwa ketawa itu menular atau bukti bahwa gue suka cengengesan :p .
Semua orang juga tau, ketawa itu harus ada alasan dan motivasinya (kalo nggak mau dibilang orang gila). Kalo kita perhatikan acara-acara komedi atau humor yang hampir setiap stasiun televisi punya, nyadar nggak? Kalo kebanyakan acara komedi tersebut sering menjadikan kekurangan fisik sebagai bahan tertawaan?
Entah karena (maaf) giginya tonggos, badannya kecil, pendek, gemuk, kurus, item, botak, dan kekurangan-kekurangan fisik lainnya mereka diketawain. Pernah nggak mikirin perasaan mereka yang memiliki kekurangan fisik, lalu diejek-ejek dan diketawain sampe terbahak-bahak.
Gampangnya gini aja kali ya. Gue yakin setiap orang punya kelebihan and of couse kekurangan juga. Sekarang bayangin  kekurangan fisik yang lo punya, terus ada orang yang ngejek-ngejek lo dan ngetawain lo karena kekurangan fisik lo. Ga enak banget. Yah... mungkin orang macem-macem. Ada yang ngerasa fine fine aja kalo diejek, tapi jangan lupa, kita semua ciptaan TUHAN, kalo ada yang ngejek kita, berarti dia juga ngejek pencipta kita. Meskipun konteksnya bercanda, tapi gue yakin tetep bisa menyinggung perasaan mereka-mereka yang sensitif.
Gue pernah nonton suatu acara talk show gitu dan yang diundang adalah seorang komedian. Terus pas dia ditanya, "apa sih nggak enaknya jadi komedian?" si komedian ngejawab, "yaah, nggak enaknya, harus diketawain orang dulu, harus dihina-hina orang dulu, baru bisa dapat duit (sambil meneteskan air mata)." Hiks...
Entah karena takdir, atau karena profesinya, banyak komedian yang justru umurnya tergolong singkat. Kasino, Dono, Taufik Savalas, Ade Namnung, Basuki, Timbul, Leysus, Benyamin, dll.
So what can we do?Mulai dari hal-hal di sekitar kita. Ketika lagi ngumpul bareng temen-temen, hindari bikin lelucon dengan bawa-bawa kekurangan fisik. Masih banyak kan hal lain yang bisa dibikin lelucon.
Daripada ngejadiin kekurangan fisik sebagai lelucon, mendingan bantu dan motivasi mereka untuk mengatasi kekurangan fisik mereka. Misalnya yang memiliki kelebihan berat badan, bisa diajak jogging, olah raga, ajak makan sehat, ajak makan sayur, kasih tips milih baju, dll tanpa menyinggung kekurangan fisik mereka. Bukannya malah diejek "gendut" (-____-). Dengan begitu mereka akan merasa diperhatikan, disayangi, dan dihargai sebagai manusia.
"Everyone has the same right, to be free, to be loved, to be appreciated, to be cared... no matter how our physical body are. All of us are brothers and sisters.":')

Worry is Weary

Be like the cloud, which is never worries about where it would go.
"Don't worry be happy."
Tampaknya kalimat ini sederhana banget. Cuma terdiri dari 4 kata, atau 5 kata kalo don't-nya ga disingkat. Meskipun keliatannya sederhana dan simple, tapi tampaknya lagi, ini cukup susah dilakukan. Apalagi di jaman kayak globalisasi kayak gini (loh), bangun pagi, kesiangan, jadi khawatir dimarahin dosen. Kuliah, sampe kampus ternyata mata kuliahnya garing susah, jadi khawatir ketiduran dapet E.

Kayaknya semua yang terjadi belakangan ini, memicu kita semua untuk jadi worry. Worry about the high value of sembako, worry about not getting spouse, worry about not getting enough money, and many more.

Meskipun khawatir atau worry itu manusiawi, tapi  perlu ga sih?

Kalo ada yang nanyain hal itu ke gue, gue bakalan langsung jawab: "gak". Lohkenapa?

Misalnya nih, harga sembako naik. Terus ibu2 khawatir. Bakalan turun gitu harganya?

Terus nih, mau uas di kampus. Terus mahasiswa2 pada khawatir. Bakalan bagus gitu nilainya? Nggak kuat ngepek!!!

Mmmh, tapi yang lagi nge-trend sekarang ini kayaknya memang kekhawatiran sama yang namanya uang.

Gue nggak pernah takut miskin. Karena udah jelas hukumnya, kalo mau usaha, pasti ada hasil. Lagian, Tuhan nggak mungkin ngacangin manusia yang rajin. Gue paling males kalo ngeliat orang yang khawatir banget sama hidupnya kalo tanpa uang.

Gue pernah ketemu orang yang bajunya jelek bener. Emang sih nggak terlalu tajir, tapi juga nggak miskin. Terus pas gue suruh beli baju baru pas dia ada uang, dia malah bilang, "Ah, ntar aja deh. Ntar kalo pas gue butuh duit, gimana? harus nyari ke mana? mending gue simpen aja." Sediiih banget gue dengernya. Kalo gue sih mikirnya, kalo emang udah jelek dan butuh (butuh ya, bukan mau) yang baru, ya beli dong. Kalo ntar ada kebutuhan yang lain, gue yakin Tuhan juga pasti ngasih lagi. Sama halnya kayak lo laper, terus butuh makan. Nggak mungkin kan lo bilang, "Ah, ntar aja deh. Ntar kalo pas gue laper, gimana? harus nyari ke mana? mending gue simpen aja." Keburu basi.

Mmmh, gue punya sedikit analogi, yang moga2 nyambung...
Misal gue miara 2 hamster nih. Terus gue kasih kuaci dengan harapan, mereka makan tuh kuaci. Hamster kan biasanya punya kulkas pribadi ya, di pipinya hihihi. Nah terus si hamster a dan b sama2 nyimpen kuaci di pipinya dengan maksud ditabung buat kalo laper. Hamster a, laper, lalu makan, and then kuacinya abis. Kalo gue sih, bakalan gue kasih lagi. Nah, sedangkan hamster b, meskipun laper dia nggak makan tuh kuaci, khawatir tidak ada makanan di masa depan. Buat ntar2 aja kalo laper banget. Menurut lo, gue bakalan kasih lagi nggak? Males banget, abisin aja dulu, baru gue kasih lagi.

Menurut gue, Tuhan juga bakal ngelakuin hal yang sama, bahkan mungkin yang lebih wise lagi. Tanpa ada maksud nyamain manusia sebagai hamster, tapi menurut gue, seperti itulah kira2.

So, worry is weary. Makin kita khawatir, makin kita terbebani sama idup. Makin kita khawatir melangkah, makin takut ngejalanin idup. Kekhawatiran terhadap hidup ini, nggak bakal menambahkan meski satu senti panjangnya hidup.

Worry is weary
worry is nonsense
worry is rubbish
worry is nyebelin
worry is bikin susah
worry is decreasing laugh
so, don't worry be happy!
=)

Dari Mata Turun ke Kaki


Mmmh... nulis tentang apa yaa..

Setelah kurang lebih 3 tahun kuliah di Jurusan Kimia, mulai jenuh juga nih sama laboratorium. Dulu, waktu pertama kali masuk kuliah, gue berpikir, laboratorium tuh tempat yang bagus, wangi dan rame banget, sampe mikir juga, kayaknya bagus banget buat tempat syuting film horor. Eh, tunggu. Kalo beneran ada film yang syutingnya di laboratorium, kira-kira judulnya apa yaa???

Laboran Ngesot
Setan Karbon
Hantu Batang Pengaduk
Harry Potter and The Pipete Tetese
Aladin Nyasar di Ruang Timbang

Haha... sumpah... gue ga bisa ngebayangin, si Aladin nyasar di ruang timbang, terus nemu labu erlenmeyer kuno, terus digosok-gosok, dan... bin salabin, keluarlah jin tengil bawa pipet. =p

Waktu gue SMA, gue pikir bakalan keren banget kalo bisa kerja di laboratorium. Seru!!! Tapi faktanya ternyata nggak begitu. Laboratorium ternyata tempat yang hanya  nyaman buat bobo (lho).

Belakangan sempet dongkol juga sama laboratorium (sebenernya sama peraturannya sih). Jadi, waktu gue praktikum beberapa bulan lalu, gue kena marah asdos. Kenapa coba? Bukan karena numpahin zat, tidur di lab, apalagi nyuri buret. Tapi gara-gara gue pake sepatu "cantik". Oke, sekarang, siapa yang bilang sepatu gue yang berikut ini "cantik"?



Cantik darimana coba oom, tante? Sepatu gue ga salah.. Dia ga pake lipstick, mascara, bedak, blush on juga nggak. Hha... Mereka bilang, tetep aja itu sepatu ga boleh dipake di lab. Alesannya keliatan punggung kaki. Padahal waktu itu gue pake kaos kaki. Hadeeeh...

Gue ngerti, bukan asdos yang salah, tapi peraturannya. Sekarang gini. Kalo emang sepatu gue ini kurang tepat, dan harus pake sepatu yang lebih ketutup buat ngelindungin kaki, terus kenapa organ tubuh lainnya nggak dilindungi dengan cara yang sama? Misalnya mata.

Eh, nggak!!! Gue nggak bermaksud memprovokasi dibuatnya peraturan yang mengharuskan mahasiswa nempelin sepatu dan kaos kaki di mata. Tapi setidaknya mata juga harus dilindungin dong. Masak punggung kaki dilindungin segitunya, tapi mata kita dibiarin terbuka. Mata kayaknya punya resiko lebih besar untuk kecipratan daripada punggung kaki.

Kalo punggung kaki kena zat, paling melepuh. Tapi kalo mata? mmh... bisa buta men. Paling nggak, mahasiswa diwajibkan pake kacamata lab kalo lagi ada di lab.

Hal kedua yang bikin gue ga respect adalah sanksi yang diberikan. Kalo emang menurut mereka gue salah, okelah, tapi hukumannya juga jangan begini-begini amat dong.



Tugas ini tidak lain dan tidak bukan, hanya bikin tangan mau patah. Berasa anak SD deh gue.

Satu hal lagi yang bikin ga respect, asdosnya sendiri ga pake sepatu tertutup. Alasannya sih, karena kita yang praktikum, maka kitalah yang harus mematuhi peraturan. Coba dipikir lagi deh. Setiap orang yang ada di lab, punya resiko kecelakaan. Meskipun asdos, tetep aja masuk lab, ngeliat kita kerja, ngecek meja kita. Nah...

Mmmhh, semoga ke depannya kalo bikin peraturan, bener-bener untuk menertibkan, jangan sampai kesan peraturan itu seperti ospek yang dibikin buat ngerjain dan bikin capek. Hhe...

Semoga ke depannya, gue bisa lebih Fun, lebih santai, serius, dan ga tidur di lab. Aaamien...

Hepi New Year

Well, here we go, the first day in a new year!!! Heyy it's a new year holiday and I still on my semester test, nice. Haha... Ee e ehh... ga boleh mengeluh!!! haha...

Okay... seperti yang pernah gue bilang, tujuan dari penciptaan blog ini adalah untuk mengatasi masalah ingatan gue yang kadang muncul, kadang nggak, maka dari itu, mari kita merikep hal-hal apa aja yang terjadi selama tahun 2010. Ga akan terlalu spesifik, tapi setidaknya bisa bikin inget. =)

1. Bola
Bola Indonesia mengalami perubahan yang signifikan, seneng dehh, biasanya kalo ada pertandingan bola internasional, kita kan suka gigit jari ya, karena ga punya tim dari negara sendiri yang bisa kita dukung, ujung-ujungnya malah ngedukung negara orang, which is ga ada nasionalismenya. Hehe... Meskipun kita nggak menang, but at least they have struggled. Being the runner up wasn't too bad anyway =) selamat buat timnas kita, semoga kedepannya makin sukses dan terus semangat. Kadang kekuatan nggak cuma bisa diliat dari kemenangan, tapi juga dari bagaimana kita 'menikmati' kekalahan. =)

Oh ya, satu lagi yang gue bangga, supporter Indonesia terlihat sportif dan sopan. Nggak ada yang ngelempar-lempar petasan, laser, botol, tomat, sepatu, bom (O_o), ataupun duit (yaiyalah). Kesannya kita menerima kekalahan dengan baik dan nggak ngeyel. Pertahankan yaa... Tapi denger-denger banyak yang buang sampah sengene nih. Hehe... Ga boleh ya... ntar global warming. Wkwk...

2. Meletus juga akhirnyah
Tahun 2010 ini, akhirnya Gunung Merapi meletus juga diikuti oleh wafatnya Mbah Marijan, sang kuncen. Kejadian ini bikin Indonesia begitu terpukul, soalnya banyak banget korban jiwa (manusia dan sapi binatang). Sampe-sampe Justin Bieber aja ikut nge-tweet #prayforindonesia. Salut buat si penyanyi muda ini!

Yang gue sedih, kenapa masyarakat desa itu begitu primitif. Gue suka kepolosan mereka, tapi kenapa mereka begitu primitif. Nggak percaya sama sains. Sains dan teknologi tercipta buat dipake kan yah sama manusia, to make things in life better. Tapi kenapa mereka nggak percaya? Kenapaaaaaaa...?

Seandainya mereka nurut sama para ilmuwan yang nyuruh mereka pindah secepat mungkin, pasti nggak begitu parah keadaannya. Tapi ya gue ngerti, mereka cuma mempertahankan harta benda yang berharga banget buat mereka. Gue juga salut, rasa kemanusiaan yang gede dari bangsa kita, cuma dalam rentang beberapa jam aja, bantuan udah pada dateng, hehe...

Tapi gue paling benci, orang yang ngambil keuntungan dari kesusahan orang, udah tau duit buat sumbangan bencana, eeeh malah dikorupsi. Dosa banget deh lo! Prettt =p

3. I Lost My Friends
-no comment-

Because I know, just by reading the subtitle, I'll remember all. Yeah, I'll remember all.

4. Mr. Purple

5. Motor Papa Rusakk ='(
Yep tahun ini papa tambah sehat, kenapa? soalnya sering jalan dia. Tapi koq, perutnya tetep buncit ya? :-? tapi gue seneng soalnya bisa gue colek-colek kalo lagi jail. hehe... Buat papa, aku janji, suatu saat nanti, papa nggak usah kerja dan naik motor lagi. =')

6. Highest Footprint On Manglayang

Tahun ini juga, kaki gue nyangkut di Manglayang, dan ini pengalaman tertinggi!!! Seneng. Ada lagi!!! Abis naik gunung, gue naik kol buntung bareng Fan, Okke, and Icha. Haha... pengalaman pertama gue naik kol buntung. Asyiiik!! Meski di tengah jalan ada yang bilang: "Idiih, koq kayak kambing neng?" Aah... yang penting mukanya nggak kayak kambing mas. Wkwkwk...


7. My First Street Charity
Dari waktu gue kecil, gue pengeen banget bagi-bagi makanan ke orang jalanan yang laper. Karena pada dasarnya mereka juga manusia, nggak bisa terus dicuekin, mereka juga butuh kasih sayang dan perhatian. Kalo kita bisa pake baju yang bagus, kenapa mereka mesti pake baju bolong, rombeng dan somplak (heyaah... bahasa apa ini?). Kalo kita bisa sekolah dan menikmati masa bermain, kenapa mereka mesti kerja di jalanan?

Sebenernya gue kurang setuju sama undang-undang baru yang ngelarang kita ngasih uang ke pengamen, pengemis, dan anak jalanan. Tujuannya sih baik ya, supaya nggak ada orang yang dengan mudah minta-minta tanpa kerja. Selain itu, membuat si orang tua anak jalanan mikir dua kali buat mengeksploitasi anak mereka buat jadi pengamen, karena ga bakalan dapet duit. Selain itu, demi keindahan kota (halah).

Tapi menurut gue, itu malah bikin mereka susah dan terjepit. Kalo sekarang anak-anak jalanan itu nggak dapet uang, begitu mereka pulang ke rumah atau dimanapun tempat mereka tidur, yang ada bukan pesuruh mereka berhenti nyuruh mereka ngamen, tapi mereka bakal digampar, kalo nggak dipukul, karena nggak dapet uang.

Keindahan kota? Emang ngaruh? Kayaknya lebih ngefek kalo nggak ada sampah, bukan nggak ada pengamen dan anak jalanan. Hah? Apa? Sampah masyarakat? Lu kira manusia sampah? Jangan cuma karena derajat sosial seseorang, kita ngerendahin, apalagi nganggep mereka sampah. Not wise at all.

Cara terbaik mengambil keputusan adalah memosisikan diri kita di tempat orang lain. Nah kalo gue jadi anak jalanan, gue maunya banyak orang yang ngasih, jadi gue bisa makan, ga usah nahan sakit perut yang kelaperan, nggak usah nangis buat nahan tenggorokan yang radang karena minum air.

Buat semua yang baca ini, dan masih nganggep mereka 'sampah masyarakat'. Please, mereka orang susah, nggak usah dibikin susah, apa susahnya memberi, toh kita hidup juga karena diberi.

Gue seneng, di tahun ini gue bisa mewujudkan salah satu mimpi gue waktu kecil. Meskipun nggak bisa gede-gedean, tapi gue janji, suatu saat, bakal lebih dari ini. Makasih Tuhan, udah ngasih sahabat yang satu passion ama gue. Fan, thanks buat semuanya di tahun ini, terima kasih udah mewujudkan mimpi-mimpi gila ini.

8. MP3, Image Capt
=)


Kayaknya segitu aja yang gue inget. Kalo ada tambahan mungkin ntar diedit. =). Thanks God. For everything was happened last year, I thank You. Buat setiap tangis dan tawa, senang dan sedih, kekurangan dan kelebihan. Semuanya pelajaran yang berharga. Makasih Tuhan. Buat orang-orang di sekelilingku yang udah jadi piksel-piksel di gambar kehidupanku.

For the next year, please be with me always God, if I'm in  the right way, lead me to keep moving on, but if it the wrong one, stop me and lead me back to the path where I suppose to be, according to Your will. Amen.

Welcome 2011
Hey, gue suka angka 11!!

Jamatt!!! Arghhhh....

Heyya... udah lama, gila, ga posting. Kangen juga. Padahal kuliah libur, cuma sp doang tapi ga sempet posting. Siapa yang patut disalahkan??? Yak, pelaku utamanya adalah my sleep apparatus. Haha... yeah.... SALAHKAN MEREKA!!! Mereka penggoda!!! Bantal, guling, selimut, dkk-lah yang harus disalahkan. Wkwkwk --> ngeles.

Iye bener, lagi menabung ini ceritanya. Menabung bobo. Siap-siap buat masa-masa kuliah yang akan sangat menantang dan menguras waktu bobo buat nulis laporan dan ngerjain tugas. Praktikumnya ampe ada 3 seminggu. Sekali lagi ada 3 sodara-sodara. Kemaren aja praktikum cuma 2 sempet ga ngerjain laporan sekali gara-gara bablas ketiduran. Yak!!! Mari kita menggalakan bobo banyak demi masa depan yang cerah. --> apasih.

Well... hari minggu kemaren diawali dengan bangun di pagi hari jam 5 pagi. Meskipun gemeteran, dipaksain mandi. Pas keluar rumah, naujubilee... itu kabut tebel banget. Pantes aja dingin. Pergi ke gereja dengan mata yang masih pengen nutup lagi, sambil denger lagu paramore yang nge-rawk abis, biar saraf-saraf ga pada mogok kerja lagi haha (sebenernya ga ngaruh-ngaruh amat si).

Beberapa bulan lalu, sekitar bulan Februari, jas almamater sempet ilang. Awalnya dipinjem temen, dipindahtangankan, dan akhirnya tidak ditemui lagi keberadaannya. TKP-nya adalah PSBJ Unpad, pas acara CFD. Awalnya dikirain kebawa sama temen yang laen, ternyata setelah diselidiki, ga ada tuh jamat. Huhuuu...

Pertamanya sih nyantei aja, soalnya jarang dipake juga koq, sampe sekarang belom nemuin mahasiswa yang kuliah doang pake jamat. Hehehe... Tapi beberapa minggu yang lalu, ada penerimaan maba kan, nah, mulailah kelabakan nyari jamat. Tapi tetep juga ga ketemu. Akhirnya pinjem sama temen yang nonpanitia. Sebenernya ga enak minjem-minjem, tapi yah mo gimana lagi. Masa gapake jas almamater, jas lab gitu? -___-'

But today, horraiii... sekarang punya jamat lagi!!! BUkannya ketemu sih, tapi beli lagi, yah... meskipun mahal. Tapi jadinya nyaman, ga nyusahin orang lain. Pake pinjem2 segala. Terima kasih untuk botak yang sudah baik hati jadi kurir jamat =p. Tapi agak aneh juga belinya sekarang. Kepanitiaan udah beres, KKN masih lama. Heu... Tapi gapapa lah yang penting tenang. Hehe...

Semoga ga ilang lagi. Amien...

Fake Friends or What?


I couldn't believe this :'(

If you have never lost your close friends, and you don't know how it feels like, let me tell you then...

It was unbelieveable, it was felt like hearing a tremendous thunderbolt in the middle of hot summer.

The days after that day,  was dark and cloudy. Though I love cloudy day, but I hate cloudy heart. Although there's no rain, you'll feel wet.

There is no savory food at all. Even, when you feel hungry, you will hardly found things you wanna eat.

At school, even your friends tell you high quality jokes, your laugh won't last more than a quarter minute.

At home, even you parents buy something you've wanted for a long time, it makes no sense.

And if you laugh or smile for someone, all of those sometimes are fake smile and laugh.

You try to forget, but it pass your mind oftenly and umm... slowly. As slow as an old man jog in the morning.

If you wrap your body with your thick large blanket, the cold still crush your bone.

If you meet your old friend to relieve all the pain, it feels like meeting an unknown person and your effort doesn't make you feel better.

If you choose to sleep, to forget, then the pain will still occurs in your dream.

If you tell this to somenone, every words of it bites you...

Umm... I have never been broken hearted. But maybe it can compares, even more.

But I believe. As the philosopher says, "Time will heal." Slow, but sure. Forget the people who maybe has forgotten me first. Leave all the pain behind me. Look forward to the future. Until I can see myself better than who I am today.

I don't want to hate anyone. Just want to forget. Because, you, guys, last in my mind together with this pain.

I hope, someday, when I have relieved all. I can remember you again without the pain. Now, let our memories -our laughes, our songs, our jokes, our photos, our pathway, our place, and all about us- graved like a seed. And someday, when I have relieved this pain, I don't mind if our memories grow like a tree. No more seed under the ground.

Forgive me. All I've made...
Hope see you again in the next part of my memory...

Semangat

Banyak banget quote di iklan, tv, film, atau buku yang mengulas tentang semangat. Yang ngajak untuk hidup pake semangat.

Apa sih semangat? In my opinion, semangat bukan berarti selalu joget-joget pas ngerjain segala sesuatu (orang gila kalee...), semangat juga bukan berarti selalu senyum dan ceria setiap saat setiap waktu setiap detik (masak iya ada orang yang nggak pernah nangis). Semangat itu lebih ke hal di dalem, bukan di luar. Semangat mungkin nggak bisa terlalu keliatan secara fisik (beberapa juga ada yang keliatan si) tapi lebih ke mental.

Semangat itu, adalah mental yang meskipun gagal, tetep mau nyoba dan nyoba lagi. Meski capek, tapi tetep mau berusaha. Meski ga dapet hasil, tapi tetep mau ngulang dari awal sampai takdir pun menyerah. Meski kaki sakit dan udah ga sanggup berlari bahkan berjalan, lo akan berusaha merangkak pake tangan, kalo perlu pake jari (emang bisa?) tanpa mengeluh. Haha...

Semangat dan ketidaksemangatan menular deh kayaknya. Satu orang yang bersemangat dalam satu kelompok pasti bisa menggugah semangat orang lainnya dalam kelompok tersebut. Sampe-sampe pas si orang itu udah pergi, mungkin ada rasa kehilangan sesuatu.

Sebaliknya, orang yang nggak semangat bikin suasana jadi payah, sampe-sampe pas si orang itu udah pergi, mungkin ada rasa kelegaan. Hehe...

Orang semangat kayaknya bakalan selalu nemuin jalan keluar, dan terlihat lebih tenang dalam menghadapi masalah (bahkan mungkin orang sekitar nggak tau, dia lagi ada masalah). Tapi orang yang gampang putus asa (baca: nggak semangat) cenderung murung, stress, frustasi, nangis, ketawa sendiri (lho?) .

 
Bayangin aja kalo ada dua orang nyasar di tempat yang berbeda. Yang satu adalah orang semangat, yang lain adalah orang yang gampang putus asa. Orang yang semangat bakalan tetep berusaha jalan, meskipun dia bingung. Dia bakalan berusaha dan berusaha, biarpun nggak nemuin jalan keluar, dia bisa nemuin orang yang bisa ditanyain jalan keluarnya.

Nah sekarang si orang putus asa nggak mau berusaha. Jongkok ajah di pinggir jalan. Dipikir...dipikir...dipikir...stress, bukannya berusaha nyari jalan keluar, tapi berusaha nangis. Bukannya gue bilang nangis itu nggak boleh, ya masak nangis sambil jongkok di pinggir jalan. Haha... Nangis sambil jongkok di pinggir jalan, lama-lama ketiduran, karena udah kelamaan, bukannya nyari jalan keluar, tapi nyari makanan karena laper, nggak mandi, bajunya kotor, bau, nggak pernah shampoan, berhasil deh jadi orang gila. Hahaha...

Orang yang semangat, usahanya dipake buat nyelesein masalah, tapi orang yang nggak semangat, usahanya dipake buat nyari bantuan orang, bukan berusaha. It doesn't mean that you don't need the others' help, but asking for help at the right time. :)

Life is a mistery (not a misery =P), maybe you'll know what happened in the past because you remember, but you'll never know what's goin' to happen in the future. However, life is once, your time will never come back. Life is a chance, a chance to show who you really are, a chance to prove that you are strong, a chance to give, a chance to love, and a chance to make all things better.
 
Ayo sama-sama brajar jadi orang yang semangat!!! :)

Strength to be Honest...

Jujur Koq Susah???

Banyak orang bilang kalo jaman sekarang susah banget nemuin orang jujur. Sebenernya masalah utamanya bukan susah nemuin, tapi emang susah jadi jujur. Kenapa bisa susah? Because to be honest, we have to be strong first.  Misalnya, kalo temen-temen lo pada nyontek, dan lo mau tetep jujur, lo harus kuat. Ada dua situasi yang berbeda di sini.

Kondisi yang pertama, kalo lo nggak pinter-pinter amat, trus lo ga ikutan nyontek, lo harus siap menerima kemungkinan terburuk, yaitu nilai lo lebih kecil dari mereka. Karena pengalaman selama ini, kebanyakan yang terjadi demikian. Yahh... umpamanya satu lawan banyak. Haha... karena yang nyontek itu kan sebenernya kemampuan banyak orang, trus disatuin.

Kondisi yang kedua, kalo lo termasuk orang yang pinter di kelas, trus lo ga ikutan ngasih contekan, lo harus siap menerima kemungkinan terburuk, yaitu lo dijauhin atau yang lebih parah dimusuhin sama anak sekelas. Haha... kayak orang terjangkit baubadan akut. Dateng ke kelas, gada yang nyapa. Nanya, dijawab seadanya. Well ... trust me, it's never be comfortable at all.

Kondisi-kondisi barusan ngejelasin bahwa butuh kekuatan apapun keputusan jujur yang diambil. Di kondisi pertama, lo harus kuat nahan rasa puas dengan nilai lo yang mungkin paspasan. Sedangkan di kondisi kedua, lo harus kuat gapunya temen (tapi percayalah orang pinter mah dijauhinnya bentar koq, besok-besok udah ada yang minta tutorin lagi weheheh...). Tapi tetep aja lo harus kuat.

Nggak cuma masalah sekolahan. Papa juga suka cerita, kalo di tempat kerja juga butuh kejujuran. Dia juga harus punya kekuatan buat nahan marah ketika temennya dapet gaji yang sama, padahal jam istirahat temennya itu lebih banyak alias suka curicuri waktu kerja buat kesenengan sendiri. Haha...

Ibu-ibu juga gitu, banyak tuh ibuibu yang suka nipu suaminya. Bilangnya uang makan sekian sehari, padahal itu budget udah ditambahin harga satu stel baju model terbaru. Wahahaha...

Setiap hari, dari buka mata sampai tutup mata lagi, kita selalu dihadapkan pada pilihan dan keputusan, dan mengambil keputusan untuk jujur, adalah sungguh tidak mudah. Setiap keputusan pasti ada akibat yang ditanggung, begitu juga dengan kejujuran. Kejujuran harus disertai dengan kekuatan.

Trus apa untungnya jadi jujur? Orang yang jujur, berarti lebih kuat dari orang yang nggak jujur. Kenapa? (ya elah, kan tadi udah dijelasin, untuk jadi jujur butuh kekuatan). Nah, berarti kalo lo udah bisa jujur, lo adalah orang yang kuat. Orang yang kuat, berarti punya kapasitas buat menguatkan orang lain. Dijamin, hidupnya pasti lebih enteng, hepi, dan semangat. Karena kuat!

Kejujuran butuh kekuatan, teman. Tapi sayangnya kejujuran tidak selalu mendapat kesan positif dari orang sekitar. Kadang lo dinilai sok suci, kadang lo dinilai jahat karena nggak mau bantu ngasih contekan, kadang lo dinilai  egois, kadang lo dijauhin temen, kadang lo sakit hati sendiri, kadang lo harus nahan marah, kadang lo harus rendah hati, dan masih banyak "kadang lo" yang lainnya, yang pastinya nggak mudah dijalani.


Kejujuran juga kadang menimbulkan rasa sakit. Tapi percayalah, kadang rasa sakit baik buat tubuh, semakin sering kena sakit, semakin kebal jadinya, dan semakin kuat. But actually, honesty is beautiful.

Orang yang belum bisa jujur, berarti dia belum punya kekuatan untuk menahan emosi-emosi jiwa (baca: rasa sakit) yang tadi di atas. So, be strong guyz, because life is never going to be easy.

Oh ya, I write this is not because I'm perfect. No, I'm not perfect. Just want to share a piece of my story here. I, also still have to struggle for each day of my life beacause life is never going to be easy. Yeah, it's never going to be easy...

Serba Serbi Naik Angkot

Hueeeeeeeyy... dah lama nih, ga nge-bLOg. Heheheh... Hari ini hampir seharian di rumah, menjelang sore harus meeting untuk beberapa hal. Jaman sekarang, mau on time aja, godaannya banyak banget, angkot yang suka brenti-brenti gajelas, jalan yang jauh, macet, banjir yang berujung kemacetan, hoaaah... serasa pengen punya kendaraan sendiri, wkwkwk...

Ngemeng-ngemeng soal angkot, tadi sore baru aja mengalami perjalanan yang aneh. Ketemu banyak orang aneh. hha... Jadi gini, di tengah perjalanan tadi, ada mbak-mbak yang naek angkot yang saya naikin. Lumayan masih muda, yah... kayak saya gitulah (ehehehehhehe...). Trus sebelum dia naik, dia tanya dulu sama supirnya.

Mbak: Lewat gasibu nggak pak?
Supir: iya lewat.
Mbak: turunin di gasibu ya pak.

Si mbak itu ngemengnya pake bahasa sunda gitulah. Nah, baru juga maju sekitar 200 meter, dan kita masih ada di jalan suci, si mbak itu udah nanya-nanya dong,
Mbak: udah kelewat blom pak?
Supir: belum

300 meter kemudian...
Mbak: masih lama pak gasibunya?
Supir: (rada naik intonasinya) iya neng, entar dikasih tau kalo udah nyampe.

300 meter kemudian, angkotnya berenti depan jalan cisokan karena ada penumpang yang mau naik,
Mbak: ooh..ini ya pak, gasibu teh?
Supir: bukan neng, masih di depan. Haduhhh... sabar atuh!!!

300 meter kemudian (sekitar diponegoro), hapenya si mbak bunyi.
Mbak: 
Hallowww... eh iya A', ini bentar lagi. Sabar atuh ini lagi di angkot da Aa di mana? Hah??? gasibu? iya ini juga mau ke gasibu...enggak, enggak koq bentar lagi inih, masih jauh ga pak?

Supir: ituh udah deket, bentar lagi juga nyampe

Mbak: tuh kan, katanya udah deket cenah. Eeeh aa di mana? Apah??? di tengah gasibu. Ooh...iya atuh. Udah atuh jangan nelepon lagi, ntar abis pulsa. Iya iya. Heueuh... Eh, jadi saya turun dimana? Hah? oh, iyaiya, di setopan? iyaiya. Eh pak, turunin di setopan katanya.

Supir: (diem ajah, kayaknya si udah bosen ngejawab)

Mbak: Hallow aa!!! Iya iya ini udah mau nyampe, trus sayah bayarnya berapa? APAH???? dua ribu??? mahal-mahal amat!!! kirain sarebu. Ya udah atuh kayaknya mah udah mau sampei, jadi saya bayar dua ribu ajah ya? iya ih mahal pisan. Kirain seribu.

Supir: (diem, kayaknya kesinggung) INIH NENG GASIBU. SOK SANAH TURUN!!!

Mbak: wah aa' udah nyampe aa' di setopan mana?, ya udah saya bayar dulu atuh ya, dua rebu kan?

Supir: SOK turun!!! macet nihh...

Akhirnya si mbak2 aneh itu turun. Lucu banget itu orang. Langka!!! lumayan, terapi kesabaran buat si pak supir. Heheheh... canggih ni orang. Wkwkwkwk...

Oh iya, ada satu lagi. Pas lagi di daerah dago gitu, kan harus ganti angkot. Nah, angkot yang saya naikin kosong banget (apa??? supir??? ya ada dong, masak gada supirnya =p). Nah, terus waktu angkotnya mulai jalan lewat sebuah cafe steak, ada 2 orang cowok yang naik. Yang satu kurus, yang satu agak gemuk. Pakaian mereka cukup rapi, dan wangi. Yang kurus naik duluan, yang gemuk belakangan, waktu mau naik, si mas-mas gemuk itu bilang gini dong,

Ndut: Eeeeehh... ada Icha (sambil senyum ke arah saya karena gakenal, saya cuek aja)

Trus dia naik dan duduk di seberang.

Ndut: Icha, kamu kemana aja (sotoy banget ni orang), koq jarang liat. Weh, kamu icha kan??? Icha bukan si?

Gue: Bukan!

Ndut: Oh bukan yah? Trus siapa dong??? Ririn? Atau James? Eh, James mah kan nama cowok ya (garing)? haahahahah...

Gue: (tatapan jijik)

Ndut: Waduh, abis dari mana ni? Kayaknya abis pulang les bahasa inggeris nih. (bukan mas, abis les basa sunda heee..)

Gue: Kiriiiiiiiiiiiiiiiiii.

Ndut: Yaaah... malah turun (kebanyakan makan steak kayaknya ni orang).

Gila!!! Banyak orang udah jadi aneh... Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa... beneran ih, ngeri ngeliatnya. Si mbak2 yang tadi, cocok tuh kayaknya sama mas-mas yang ndut barusan. Sama-sama doyan ngemeng, dan omongannya sangat sulit dimengerti latar belakang dan tujuannya (halah). Semoga si mbak tadi langsung ketemu ama si aa-nya lah, sangat merepotkan, jadi kasian saya sama bapak supirnya. Kalo punya hipertensi, pasti udah kambuh keknya. Wkwkwk

Punya pengalaman menarik juga seputar angkot dan kendaraan umum?

UN?

Di dunia ini, ada berbagai macam rasa. Rasa seneng, sedih, menyesal, bersemangat, cinta, persahabatan, gugup, bangga, kecewa, rasa stroberi, anggur, melon, jeruk, eh permen itu mah ya. Haha...

Tiap orang pasti pernah ngerasain berbagai macam perasaan dalam hidupnya. Saya yakin, orang sekaya apapun pasti pernah nangis, dan orang semiskin apapun, pasti pernah ketawa. Hidup nggak selamanya tawa, dan tidak juga selamanya tangis. Semuanya saling melengkapi. Seperti gugus-gugus kodon yang saling bergabung untuk merangkai sebuah rantai DNA kehidupan. Hoahahah... gaia.

Sekarang lagi musim-musimnya UN. Fiuhh... nggak nyangka, ternyata saya nggak akan pernah mengalami lagi yang namanya "UN". Beberapa adik saya yang sedang UN, membuat saya mau nggak mau teringat kembali masa-masa itu.  Saya masih lumayan ingat, bagaimana perasaan saya ketika berada dalam posisi mereka. Tegang, takut, deg-degan, penasaran, ada sebagian perasaan dalam diri yang nggak mau melewati ujian itu, tapi ada sebagian lagi yang pengin semua ujian cepat berlalu. Widihh... simalakama.

Waktu itu, saya duduk dengan teman sebangku yang jago matematika. Beberapa hari sebelum ujian, ketua kelas kami membuat macem-macem strategi. Pokoknya gimana caranya biar semua anak bisa lulus ujian. Hha... It's too much.

Trus yah, di depan kelas tuh kan ada papan tulis. Nah, di papan tulis itu selalu ditulis tanggal hari itu, beserta countdown hari menuju UN. Kayak misalnya: 100 hari menuju UN. Dan setiap hari, angka harinya akan terus berkurang. Tujuannya sih, biar kita semua inget dan tetep fokus sama hari yang mengandung sejuta perjuangan itu. hha... itu mah pas saya SMA.

Waktu SMP, saya sekolah di SMP yang kalo menurut saya "aneh". Kenapa? karena selaen lokasinya di gunung, kanan-kiri kuburan, sekolahnya kegedean, dan ga jelas jadinya. Haha... Nah, waktu SMP itu, saya punya beberapa temen yang minta ditutorin math. Karena kesian dan lumayan banget lah, amal, akhirnya saya bersedia (kayak apa aja bahasanya). Jadilah kita berkumpul di kelas, after school. Trus saya mulai ngejelasin sesuatu di depan papan tulis. Saya inget banget, waktu itu saya lagi kena radang tenggorokan, gejala mau flu gitulah. Suara serak, haus, dan capek tak kuhiraukan (halah). Akhirnya pas saya lagi di depan kelas gitu, mereka (sekitar 4 orang gitu) duduk di bangku (yaiyalah. Masak di papan tulis =p). Mulailah saya ngejelasin. Eeeh... saya baru mulai, itu orang malah ngomongin ice cream baru yang bentuknya bola (enggak sopan) . Merasa tak dianggap, saya tegor dong mereka. Eeh... they do the same, adaaaaaaaaaaa... aja yang bisa jadi bahan pembicaraan mereka. Akhirnya saking ngerasa ga dihargai, saya lemparlah itu penghapus papan tulis, tentunya nggak ke muka mereka, tapi ke lantai. Mereka kontan kaget, dan sayapun berlari keluar kelas (mau pulang). Eeh... mereka ngejar dong. Udah itumah kayak sinetron, kalo nggak film India.  Ditambah ujan dikit, kayaknya bakalan sangat dramatis. Hahaha... lebong...--> lebay maksutnya.

Cerita aneh lainnya, pas lagi PraUN gitu yah, saya make sepatu warna BIRU ke sekolah, padahal warna yang dibolehin, cuma item. Nah, saya kira nggak bakal ada razia karena lagi ujian, eeeh... ternyata saya tertangkap basah dong. Akhirnya ujian hari itu saya lalui tanpa pakai sepatu, kedinginan. Belom lagi selesai ujian menghadap kepala sekolah. Huhu... Nggak lagi-lagi deh...

Nah, gimana dengan kalian? ada nggak kesan-kesan yang keingetan pas masa-masa UN?

Hha... sekolah tuh udah kayak jalan hidup aja ya?

New Semester, New Target

Selamat datang semester baru!!!

Life is a regeneration. Yuph, hidup itu dinamis, nggak pernah tetap begitu aja. Something old go while something new come. Semester yang lama sudah selesai, maka muncullah semester yang baru.

Detik yang lama beranjak dan detik yang baru menyapa (halah). Haha... yeah, that's the fact. Waktu akan terus dan terus beregenerasi sampai di satu titik dimana semuanya ditetapkan untuk berakhir. It runs, no matter how good or worse we do.

Hari ini ada KRS-an di kampus, dan sepertinya di Indonesia ini waktu kurang begitu dihargai. Salah satu aplikasinya adalah jadwal KRS yang ngaret sampai sekitar satu jam. Nyebelin emang, dan kalo ditanya penyebab molornya waktu, sistemlah yang jadi kambing hitamnya.


11 jam perhari. Yahh... itulah alokasi waktu yang harusnya digunakan buat brajar. Hha... sehari ada 24 jam, brarti sisanya 13 jam. Menurut ilmu kesehatan, jam tidur orang dewasa sekitar 8 jam. 13-8=5 jam. GILA!!! 5 jam nggak muat!!! Buat makan, mandi, dan segala macem yang lain yang dibutuhin buat ngurus badan ini. Ya ampun... how can i do this?

Little bit disappointed with the result. T_T Well however I've done my best.

Kemaren malem nonton 'The Day After Tomorrow.' Hmmm... keren. Gak bisa dipungkiri, setiap film pasti punya pelajaran yang bisa kita ambil, dan biasanya tiap orang nangkep hal yang berbeda. Di film itu aku ngeliat banyak banget kesetiakawanan yang ditonjolkan. Meskipun nontonnya sambil meler2 tengah malem, tapi saya begitu menikmatinya.

Ada apa ya dengan industri perfilman di Indo, koq film yang diangkat, temanya itu-itu aja. Cinta, horor, komedi. Jarang banget aku nemuin film Indo yang temanya Science Fiction kayak 'Genius'. Padahal I like it most. Atau film-film yang efek-efeknya keren kayak 'HarPOt'. Saya bukan orang perfilman si, jadi nggak terlalu ngerti gimana proses pembuatan film beserta efek-efeknya.

Lagi ngerasa nggak nyaman. Pengen marah, sedih, pengen nyalahin orang lain, pengen tereak "AAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrggggggghhhhhhhhh............"

Hah, udahlah.

Kemaren pas lagi nyari buku buat UASBN SD, sempet liat-liat buku baru, and you know what? Dan Brown udah ngeluarin buku baru lagi. Judulnya 'The Lost Symbol'. Harganya Rp110.000,00. Duh... kapan ya, mahasiswa seperti saya punya waktu buat baca novel sambil duduk di taman dengan sandwich di tangan dan segelas lemon tea. Hha... cuma satu kata: MIMPI!!! Apalagi di semester 2 ini, praktikum tetap ada 2. Fiuhh...

Kemaren sempet juga ke ***. Pas lagi jalan gitu, ngeliat satu shop yang ngejual pernak-pernik tokoh kartun. Ada Mario Bros, Luigi, Mickey, Minnie, Donald, Nightmare Before Christmas, Dragon Ballz, Kerokeropi, Hello Kitty, lumayan lengkap lah. Trus kan tadinya pengen liat-liat, trus pas mau masuk, penuh banget. Parahnya ada mas-mas bersama pacarnya yang menghadang langkah saya (hayah) yang tinggi, gede, dan tidak kritis terhadap orang yang mau lewat. Tapi berkat sedikit paksaan, bisa juga masuk ke shop tersebut. Dan pas lagi liat-liat, si mas-mas yang tinggi gede bawa pacar dan susah ngasih jalan, tiba-tiba ngemeng ke salah satu shopkeeper yang ada di deket dia.

Mas aneh: Mas, robot yang guede inih berapaan?
Shopkeeper: Oh, itu, sejutatujuhratus ribu mas.
Mas aneh: OOOooo... hmmmm... enggak ada robot atau boneka hulek ya?
Shopkeeper: ????@$#

Maksudnyah Hulk kali yah, haha... Finally I decided to go out of that store. Haha... Gapapalah pemanis perjalanan. Hehehe,,,

Piracy is everywhere yah ternyata. Merek2 terkenal  banyak yang dibajak ama orang Indonesia.

Mungkin, beberapa postingan setelah ini akan menjadi beberapa postingan terakhir saya sebelum kembali berkutat dengan masalah permahasiswaan. Hahaha...

Wish me luck for this semester yo.
Amen.

If you observe people deeply, one of the facts that you will obtain is: Being lucky is better than being the best.

Geje, Antara Ketulusan dan Mobil Mahal =p

 February 14 2010
 Hey Ya, ^o^,

Hari yang melelahkan! Di mana pun, kapan pun, di bumi ini, selalu saja ada orang yang lebih baik dan lebih buruk. Saya yakin, meskipun di dalem penjara, pasti ada orang yang lebih baik dari orang-orang lainnya dan di dalem tempat ibadah, pasti ada orang yang lebih buruk daripada orang-orang lainnya. Ga ada orang baik kalo ga ada orang yang ga baik, begitu pun sebaliknya.

Eniwey, lagi pengen ketawaaaaaaaaaaa... Apalah, pengen diketawain. Tapi paling asek tuh ngetawain masalah kita. Susah si, tapi asik rasanya kalo udah berhasil. Jadi berasa punya semangat baruu. "Huhu...duit gue abis, nasip...nasip... gimana inih, besok makan apa? Haduh... gue mau mati aja deh kalo gini mah. Arghhhh..." Dengan ekspresi kita yang seperti itu, orang-orang bakal juga ngerasa BeTe. Karena do u know that feeling is a contagiuos thing? Yep, perasaan adalah sesuatu yang bisa menular.

"Eeeh... duit gue abiss huahhaahahahhahah... Gila!!! Keren!!! Asyikk...besok gue gabisa makan whahahahah...brarti ada kesempatan buat nurunin berat badan. Uhuii... huahahahahh..." Dan, meskipun terlihat aneh, paling nggak kamu udah bikin bodor lingkungan sekitar kamu. Yang penting kan perasaan lega.

Ketawa itu sangat penting. Bener deh. Keceriaan adalah penunjangnya.

Saya suka banget lagu-lagu yang bisa bikin semangat, kayak 'Life's go on'-nya Ms.LeAnn Rimes atau 'More to Life'-nya Ms. Stacie Orrico, juga beberapa lagu Simple Plan. B-)

Juga beberapa lagu yang musiknya keren, atau liriknya bikin mikir, kayak 'Another Day'-Nya Lene Marlin--> like this so much ^^, dan 'Disguise' dengan penyanyi yang sama, 'Rooftops'-nya The Lost Prophets juga keren. Beberapa emang lagunya udah lumayan lama, but I keep on liking this. :) hehe...

Karena musik yang hebat, tak lekang oleh popularitas (halah).

Gatau kenapa, gebukan drum, sangat berarti buat telinga saya. Coba aja dengerin lagu-lagu yang disebutin di atas, beatnya matap...

Dan kebalikannya adalah saya sangat benci musik cengeng yang membukakan telinga banyak orang bahwa manusia tuh lemah. Ditinggal cowok, patah hati, ditolak cewek, sakit hati. Waduh, many of them sing as there is only one girl/boy left on earth. Just as my dad said, "Kenapa lagu-lagu di pemakaman harus lagu-lagu yang sedih? Bukannya bakalan nambah bikin sedih ya? Harusnya tuh lagu-lagu yang ceria~!" =p

Eh, ini, ada daftar 10 mobil termahal (ganyambung dosor):
10.Maybach 62 Sedan: $390,000
9.Porsche Carrera GT: $420,000
8.Mercedes-Benz SLR McLaren: $450,000
7.Koenigsegg CCX: $520,000
6.Saleen S7 Twin Turbo: $585,000
5.SSC Ultimate Aero: $620,000
4.Enzo Ferrari: $640,000
3.Lamborghini Reventon: $1,300,000
2.Bugatti Veyron: $1,400,000
1.Aston Martin One 77: $1,500,000

http://aneh-tapi-nyata.blogspot.com/2009/07/mobil-termahal-di-dunia-2009.html

Eh, saya jadi inget ama seorang anak kecil yang saya ajar. Dia pendiem banget, tapi semester kemaren she was on the third rank dong. B-) Nah, trus pas lagi ada kelas, temennya nggak bawa pensil. Trus si temennya ini minta pinjem ama dia. Dia bawa dua pensil. Yang satu sepanjang kelingking, yang satunya lagi 3 kali kelingking. Tadinya dia lagi pake pensil yang lebih panjang. Tapi pas si temennya pinjem, trus dia kan ambil yang lebih pendek, nah, pas dia mau ngasiin, dia mikir, ngeliat ke pensil yang lebih panjang yang lagi dia pegang, trus mengalihkan pandangan ke pensil yang satunya lagi yang ada di tangan kirinya. Setelah sepersekian detik dia berpikir, hal yang membuat saya terkejut adalah dia ngasih pensil yang ada di tangan kanannya yang tadi dia pake, alias pensil yang lebih panjang, dan saat itu jadinya dia make pensil yang lebih pendek. WOW!!!



Anak kecil aja udah tau how to give the best for her  friend. Salut ama anak ini, jadi makin kagum deh. =) Saya rasa, ini yang dinamain ketulusan. Anak kecil nggak tau, apakah hal yang sudah dia korbankan memberi dia keuntungan atau kerugian. Mereka nggak mencari keuntungan ketika menolong orang, karena mereka belum bisa berpikir ke depan akan apa keuntungan yang mereka bisa dapet. Jaman sekarang, susah banget nyari orang yang tulus. Semuanya meminta imbalan. Dan saya jadi tau kenapa di Bible Tuhan bilang, kadang kita harus berpikir sepolos anak kecil. Karena ketika kita mulai berpikir hal-hal yang kompleks, peluang kita menjadi bingung jadi lebih besar, dan artinya peluang membuat kesalahan pun semakin besar. Hehehe...

HAduh... sebenernya GeJe nih, postingan yang ini, ga ada outline, sebenernya cuma iseng nunggu situs-situs yang saya buka. Lama amat... lagi jelek beginih koneksinya, padahal ini tengah malem. Hehe... biasanya bagus.

Okelah kalo bignih terus, saya bobo aja. Pencarian dilakukan besok pagi lagi.

JAngan menyalahkan siapapun atas keadaan kepepet, karena kadang dalam keadaan kepepetlah, potensi kita yang tersembunyi bisa keluar. Hueheheh...

Nitez all, nitez for all the angels, for all the serafims who are still awake...

May, GOD lives in us and we in HIM!!!

A Great Person!

January 17 2010


Fiuhhh... Thank God. Hari ini saya sangat kenyang. Ga biasa makan 3 kali sehari. Hahaha... Menu sarapan: telor sunny side up bikinan mama, dimakan setengah sadar. Makan siang: Gado-gado di Jalan Multatuli. Makan malam: Mie yamien. Hha... kenyang aseli. Pengen rasanya ada mesin transfer kim, biar makanan di perut bisa dipindahin ke perut orang laen yang lagi laper. Hihihi...

Hari ini ada kebakaran di pasar Ujung Berung. Gak sempet liat langsung, cuma liat kepulan asapnya aja, soalnya arus lalu lintas forbidden lewat situ. Jadinya muter, lewat jalan tikus laen.

Begitu banyak yah orang-orang yang keliatannya hebat. Kemaren saya ngobrol sama temen lama, temen SMA lebih tepatnya. Ada seorang kakak kelas kita waktu SMA yang sekarang udah jadi motivator hebat, sering diundang ke banyak seminar berskala nasional. Keren...

Pak SBY juga hebat, bisa jadi presiden, bisa jadi pemimpin dari ratusan juta insan di Indonesia.

Tapi banyak juga orang yang nggak ngelakuin apa-apa dalam hidupnya.


Sometimes I wanna be somebody else. Someone who is great. Kadang, kalo mikirin orang-orang hebat, saya jadi bertanya-tanya, TUHAN itu kan adil, tapi koq kenapa ada orang yang luar biasa dan ada orang yang biasa-biasa. TUHAN emang adil koq, dia ngasih tiap manusia potensi yang berharga dan unik. Tinggal manusianya aja yang harus kreatif memancarkan potensi itu.


Apa yang membedakan orang biasa-biasa dengan orang luar biasa? Waktu? Nggak ah.. Tiap orang juga kan punya waktu 24 jam sehari. So what? Yang membedakan orang biasa-biasa dengan orang luar biasa bukanlah waktu yang dimiliki karena toh semua manusia juga dikasih waktu sehari 24 jam, tapi apa yang dikerjakan orang tersebut dalam 24 jam sehari itu.


Seorang presiden tentu beda dong kegiatannya ama tukang cendol? =p


So, the point is, if you want to be a great person, do the great things!


What is a great person?


A great person is the one who can reach every finish line that GOD has put in his/her life.


Saya jadi inget apa yang disampaikan di meeting tadi. Kalo Anda mati, apa yang akan orang lain kenang tentang diri Anda?


"HAduhhh... leganya dunia tanpanya."


"Wah... dia mah tukang ngutang, mati koq ninggalin utang."

"Aduuhh... ni orang kasian amat, masih muda koq mati."


"Kayak pernah kenal orang ini!"


"Waduh saya sedih, dia mati."


"Saya sangat kehilangan, karena dia teman terbaik saya."


"Dunia akan kehilangan dia, dia adalah orang yang mengubah dunia."


"Saya nggak pernah nyesel kenal orang ini, dia telah membawa perubahan-perubahan yang baik dalam hidup saya."


Kira-kira kalo saya meninggalkan dunia ini, kalimat yang mana yah yang orang-orang pikirin. Apa yang akan mereka kenang tentang saya?




As long as my feet are on the ground, I am going to do all things not for my own, but for GOD, and for others.


Gimme the strength LORD, to be more like YOU.


Bgaimana dengan Anda? Apa yang Anda akan lakukan untuk membuat orang-orang mengenang Anda?












Zoo Vs. Factory OutletDe



January 11 2010

Hey!!! Whaddup!!! Tonight is the day my internet packet will end. Hhha... Just don't wanna waste this time.

Yesterday, after church, I went with my friend, at the beginning, we were confused, but finally we choose Ciwalk.  Singkat kata, akhirnya jatuhlah pilihan kita pada Ciwalk. Lagian udah lama juga nggak ke sana. Karena sempet salah naik angkot, akhirnya we had to walk. Bener2 Cihampelas walk jadinya. Hihi...

AKhirnya pas lagi jalan gitu, kita liat salah satu FO yang slogannya "satu-satunya FO dengan perpaduan hewan langka". Sebernernya udah dari dulu pengen nyoba liat, apa yang spesial dari FO ini tapi nggak pernah sempet. Akhirnya kemaren, kita mencoba memasukinya. Daaan... ternyata emang keren, banyak hewan2. Meskipun nggak sebanyak di zoo, tapi lumayan nge-refresh mata setelah ngeliat baju-baju.

Kemaren tuh ada aligator, kura-kura, kelinci, rusa dalmatian, monyet, ikan sapu albino, sanca albino, kambing bertanduk 4, buaya pun ada. Hihihi... Ke sana aja kalo zoo lagi penuh. Wkwkwk...

Lucu lah, hebat, punya ide seperti itu. Hihi... Ntar saya mau bikin ah, FO merangkap pabrik sate. Biar pada batuk2 di FO sayah. Hwahahah... (evil).

Akhirnya sampailah kita di Ciwalk, waktu itu ada acara dari salah satu stasiun televisi swasta, seemed like a music show gitulah. Tapi dari dulu saya nggak pernah tertarik sama artis. Seangkot sama artis aja, saya cuekin dianya. Hha... Nggak tau kenapa.

Akhirnya setelah lama berjalan-jalan, ngeliat banyak hal, eeeh... nggak sengaja ngeliat stan sukulen. Huhu... tapi nggak ada yang bagus. Pengen nyari yang daunnya warna merah marun. Hha... belom nemu. Maybe next time.

Setelah capek, akhirnya makan dan kenyang. Cerita banyak hal sama temen saya itu. Soalnya kita sama-sama the first and the last child in our families. Hha... jadi saling berbagi aja si. Hha... ketawa ketiwi, sampe muncrat-muncrat. Hihihi...

Hhhah... kemaren juga hari yang merubah hidup saya. I promised to GOD that I'll be a better one start from that day. I would read Bible more, memorize more, learn more, listen more, see more, strong more, speak faith more, speak bless more. Lead me GOD!!!



Hey you, maximum impact, run as far as you can, coz I am going to catch you.
Hha...


Haleluya!!!